• Home
  • About
  • Project
    • Let Me Tell You
    • Coraten
    • Review
  • Project Coretan
  • Advertise
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

JURNAL MAHYA


Tumben hari ini udaranya dingin sekali. Aku yang beberapa minggu ini merasa kepanasan, kok, tiba-tiba sore ini malah menggigil dan bersembunyi dibalik selimut.  

Akhirnya, ku coba membuka jendela dan melihat orang-orang di luaran sana. Keliatannya mereka sangat sibuk dan sepeti tak merasa kedinginan. Aku yang keheranan, mengambil sikap lilin, mencoba berkontempelasi kira-kira kenapa nih badanku menggigil? Menggigil dan hampir meriang. Kalo meriang tandanya sedang merindukan kasih sayang, ekekek.

Tapi, jujurly sekarang-sekarang ini cuacanya lagi dingin bangett. Si alergi dingin ini, membuat hidungku semakin mampet. Yang ini mampet, yang ini ngga. Ala-ala iklan taun 2000-an.

Ternyata eh ternyata, BMKG merilis peringatan dini potensi angin kencang. Fenomena ini terjadi akibat puncak angin monsun timuran (Australia) yang bersifat kering dan dingin, serta dampak tidak langsung dari Siklon Tropis BAVI.

Aku yang suka melempem kena cuaca dingin, perlu hati-hati dan jangan sembarangan makan dan jajan. Idealnya sih gitu. Tapi ya, kadang hasrat buat jajan seblak, gacoan, bakso, cireng chili oil, memang gak bisa ditahan. 

Ibarat pepatah, penyesalan selalu datang belakangan, baru aja kemarin abis makan gacoan level 3, eh ini tenggorokan udah mau radang. Bukaaan, ini bukan salah gacoan, ini salah saya yang ngga bijak sama kesehatan diri sendiri bang.

Bukan apa-apa,sih. Sebisa mungkin diri ini berusaha agar ngga terkena flu dan batuk, karena kalo udah batuk diri gue teh suka REPOT. Rempong bener karena bisa lama sembuhnya. Makanya, suka strick sama makanan kalo udah ada tanda-tanda mau tumbang tuh.

Flasback ya ini mah. Siapa yang waktu kecilnya, tiap sakit, ibunya selalu marah-marah sambil bilang ES TEROOOS! Aku, aku, aku!

Nah, kalo udah gede pun, gak tau kenapa ibu gue suka masih marah-marah. Sambil ceramah dan khotbah "Jangan makan pedes, jangan jajan sembarangan! Perkuat imun...perkuat imun!" Perkuat imun dan iman, sodara-sodara!

Lanjut..

Karena kondisi badanku yang kurang fit, dan bingung mau makan apa, akhirnya setelah scroll tiktok, aku teh tertarik untuk masak sop ayam jahe, dan yup, this is my comfort food.

Kenapa pake jahe? Yup, karena tenggorokanku udah mulai radang dan badanku mulai menggigil kedinginan. Rasanya, sop ayam jahe ini bisa jadi solusi sekaligus booster imun buat badanku yang kurang fit. 

Inilah resep sop ayam jahe versi seadanya ya.

Dah siap belum?

RESEP SOP AYAM JAHE (SEADANYA)



BAHAN-BAHAN:
  • 500 gr daging ayam
  • 1 siung bawang putih
  • 2 siung bawang merah
  • Jahe secukupnya (sesuai selera)
  • bawang daun, seledri
  • penyedap rasa, garam
  • bawang merah goreng (opsional)
CARA MEMBUAT
  1. Potong ayam sesuai selera, lalu cuci hingga bersih
  2. Kemudian buang busa dan air rebusan pertama agar kuah tetap bening
  3. Tambahkan air ke dalam panci sesuai kuah yang diinginkan
  4. Potong wortel dan buncis atau sayuran lainnya sesuai selera, cuma karena kali ini adanya cuma wortel dan buncis, jadi sayurnya cuma ini aja.
  5. Masukkan wortel, buncis, dan sayuran lainnya.
  6. Haluskan bawang merah, bawang putih, dan jahe, lalu masukkan ke dalam panci. (kenapa dihaluskan? karena saya lebih suka sop yang bumbunya diulek hehe), my tipe is yang halus-halus
  7. Masak hingga ayam dan sayuran matang serta empuk.
  8. Terakhir, masukkan irisan bawang daun dan seledri, lalu aduk sebentar.
  9. Sajikan sop ayam jahe selagi hangat dengan taburan bawang merah goreng.
  10. Voila! Yuhuuu!! Sop ayam jahe siap disantap!

Gimana, gampang banget bukan?

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

 





Beberapa waktu lalu, saat aku sedang men-scroll tiktok, tiba-tiba lewat di berandaku tentang trend bikin foto ala-ala subtitle film. Impressi pertamaku saat ngeliat trend itu, WAW!! kok KEREN ya! Pokonya SUPER DUPER EXCITED. 

Btw, selain karena terlihat menyenangkan, pakai template subtitle kayak gini tuh, MENURUTKU ya, bisa bikin foto terlihat lebih hidup seperti di film-film. Karena anaknya lumayan curious dan penasaran, akhirnya aku coba ulik dan cari tau gimana sih cara bikinnya? Ternyata eh ternyata, ada beberapa versi, bisa edit pake canva, pun aplikasi lainnya.

Jangan salfok! Btw, kenapa pelabuhan terakhirku justru malah EXIF FRAME? Jawaban simplenya sih, karena aku kan anaknya mageran dan pengen sat-set, so aku cari yang lebih praktis, tapi hasilnya tetep oke. 

ALA-ALA SUBTITLE FILM

Ala-ala subtitle film gini tuh, memang keliatannya simple. IZIN! Tinggal tambahin satu atau dua kalimat, TARAA, Jadi deh... 

Tapi setelah aku coba, ternyata oh ternyata, steps ini punya struggle-nya tersendiri. Menurutku, bagian yang bikin struggling tuh bukan terletak diproses editing-nya, melainkan terletak diproses pencarian kalimat dan pencarian imajinasi. 

Karena aku anaknya bukan anak yang kreatif, cuma anak yang suka coba-coba! Hal ini, tentunya butuh perhatian yang cukup. Mulai dari gimana sih caranya mengimajinasikan, memvisualisasikan, membuat scenario, dan meng-klop-kan semua itu jadi satu. Btw, kadang dari satu foto aja, bisa menghasilkan beberapa scene atau scenario di kepala. Justru, inilah letak asyiknya, bisa di create tergantung perspektif dan tergantung genset.
 
Untuk tutorial kali ini, foto yang aku ambil menggunakan digicam Nikon Coolpix L23. Dan, yup! Foto ini aku pake foto Ori, alias bawaan asli kamera, alias tidak melalui proses editing ya! Hanya menambahkan subtitle supaya hasil akhir-nya lebih keliatan. 

Kalau kamu mau coba bikin foto nuansa sinematik kayak gini, caranya cukup sederhana, kok!

Sekarang, ayo kita edit:

STEP 1 : Buka "EXIF FRAME"

STEP 2 : Add Photo

Setelah add photo, lanjut ke tahap berikutnya :

STEP 3 : Klik Theme Settings 

  • Klik : Tip
  • Tag : dikosongkan
  • Title : dikosongkan
  • Description 1 & 2: diisi sesuai subtitle
  • Description size : disesuaikan sesuai keinginan

STEP 4 : Klik Convert dan Download 

Finally, selesai! Gimana? Gampang banget kan?

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

                             

Hai pembaca yang budiman dan budiwoman, selamat datang kembali di edisi; yapping, yuhuuuu ~

Bandung, selalu mengingatkanku dengan sosok yang bisa mengubah rasa kesepian dikala hujan di sore hari menjadi begitu hangat hanya dengan mengingatnya. Siapa lagi kalo bukan Dilan. hehehe.. Biar dia merindukanmu sendiri ~

Setelah kenyang makan di Warung nasi Ma Eha, aku memutuskan untuk keliling di pasar Cihapit. Suasananya masih ramai, banyak orang antre dan banyak orang yang berlalu lalang. Aku berjalan sambil melihat beberapa makanan, barang kali aku tergoda buat pesan ronde ke-dua.

Saat aku berjalan, tiba-tiba aku menotice seseorang yang terasa familiar. 

Deym, salah satu rekan kantorku lagi makan rupanya di sana. Aku enggan menyapa duluan, aku juga sempat ragu sebab mataku siwer dan nggak terlalu jelas juga melihatnya, bisa aja bukan dia kan? Tapi untuk cari aman, akhirnya aku refleks dan aku langsung pura-pura sibuk liat-liat lapak sebelah. Terus buru-buru cabut sebelum ketahuan wkwk..

KELILING PASAR CIHAPIT

Instagram/Batagor Kahuripan Oleh-Oleh Bandung


Aku melewati salah satu gerai makanan, yakni Batagor Kahuripan. Terlihat banyak pengunjung yang antre, bahkan rela berdiri demi seporsi batagor yang katanya legendaris itu. Aromanya tercium sampai kejauhan. Terlihat saus kacang yang kental, batagor goreng yang menggoda karena baru diangkat dan siraman jeruk limau yang khas.

Batagor kahuripan ini memiliki cita rasa yang autentik. Meski letaknya di dalam pasar, namun pengunjungnya bukan cuma dari warga lokal, tapi banyak juga wisatawan yang berburu jajanan ini. Batagor ini memiliki beberapa varian, ada batagor kuah yang ngaldu wangi rempah, batagor kering dengan bumbu kacang yang lekoh, bakso tahu sampai bakso goreng. Batagor ini bisa dinikmati secara dine in maupun take away. Tersedia juga dalam kemasan vacuum untuk bisa dibawa pulang atau untuk dijadikan oleh-oleh.

Aku pun sempet tergoda buat ikutan antre untuk membeli batagor ini. Namun, perutku memberontak, tanda ia masih kenyang sambil teriak “kasih jeda dulu dong, sayaangg.” Iya deh, iyaa.. Yaudah, akhirnya aku memilih untuk melanjutkan keliling pasar ini, sambil berharap rasa kenyang ini cepet reda biar bisa melanjutkan jajan lagi.. hehehe

KELILING LAGI

Mataku tertuju dengan tagline “Bakmie kalcer dalam pasar sejak 2020.” Kira-kira se-kalcer apakah bakmie ini? IYA LAGI — IYA LAGI!!

Barudak skena, hayu sini ngumpul!

Gerai bakmie ini menjadi spot favorit anak-anak kalcer. Selain itu, mayoritas pengunjung di sini merupakan anak muda.

Bakmie ini merupakan bakmie Cina halal. Saat aku melewati gerai ini, aku salfok dengan ayam panggang merah madu yang digantung. Kemudian, aku mencoba melihat beberapa menu disana, seperti mie kampung, bakmie naga merah, bakmie rica membara dan bakmie gyu moong.

  • Bakmie naga merah; bakmie dengan topping ayam panggang merah
  • Bakmie kampung; bakmie dengan rebusan ayam kampung
  • Bakmie rica membara; bakmi dengan topping ayam rica-rica
  • Bamie gyu moong; bakmie yang disajikan dengan irisan smooked brisket.
Bakmie disini konsepnya open kitchen, sehingga kita bisa melihat proses pembuatannya. Tempatnya memang agak kecil sih, tapi meskipun begitu tempatnya bikin nyaman. Harganya mulai dari 20 ribuan s.d 40 ribu. 

Kali ini, aku ngga sempet nyobain bakmie kalcer ini. Mungkin nanti, kalo aku kesini lagi kayaknya bakal aku cobain deh. 

KELILING LAGI DEH        

Di pasar Cihapit ini, masih banyak gerai makanan lainnya yang nggak kalah menarik lho, seperti; cerita manis yang jual kolak campur candil yang manis, bien patisserie dengan aneka pastry, pastry disini menarik banget lho, toko kopi pasar cihapit buat ngopi santai, bakso gepeng yang menggoda, dekat.tea untuk kamu pecinta matcha, ada teh 5758 juga, kedai cung ming yang menyajikan berbagai macam bun-nya dan masih banyak lagi.

Keliling pasar Cihapit kali ini memang seru dan ngasih experience baru. Entah kenapa, rasanya pengen balik lagi kesini — tapi dengan ngajak temen tentunya (temen apa temen tuhhh).

Tapi sayangnya, saya ngga sempet icip-icip dan dokumentasi. Karena niat awalnya cuma mau brunch di warung ma Eha, mampir sebentar dan ngga pernah kepikiran untuk nulis ala-apa blog. Salah satu alasan kenapa tiba-tiba nulis dengan konsep begini (?) — yapping, yuhuuu~ karena ternyata seru juga yaa..


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
  


Kali ini, aku mau yapping tentang sesuatu yang ada di Bandung, nih. SESUATU yang ada di Bandung atau SESEORANG yang ada di Bandung nih maksudnya? — ups

Ngomong-ngomong soal Bandung, aku punya sejuta cerita dan kenangan tentang kota ini. Selain itu, kota ini tuh penuh warna dan juga rasa. Kadang rasanya manis kayak kamu, eh manis kayak bolu Amanda, deh. Ada rasa gurih juga kayak kuah batagor, ada rasa pedes juga kayak seblak level lima. Heuheu..

Btw, aku pernah tinggal di kota ini sekitar tiga tahun untuk menyelesaikan studiku. Tentunya, kota ini punya tempat istimewa di hatiku.

“Kenapa Bandung?” (dengan nada ala-ala trend tektok). Karena Bandung begitu syahdu untuk meratapi kesedihanku, Bandung bikin candu karena di sana ada kamuuu — eaaa.

Dan Bandung, bagiku bukan cuma urusan wilayah belaka. Lebih jauh dari itu — melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi.

Kumaha barudak? Well.

Bandung teh romantis pisan euy! Udaranya yang sejuk dan syahdu, ngagalau di Bandung mah paling enakeun pokokna mah, makanannya banyak yang enak-enak, banyak tempat wisata juga, orang-orangnya agak slow living, ditambah lagi aa-aanya kasep pisan euy! Aa Bandung mah bisa bikin yang love language-nya word of affirmation klepek-klepek, karena Aa Bandung mah soft spoken kalo bicara teh! huehehehe..                                    


PASAR CIHAPIT, BANDUNG     

Ceritanya sudah pasti puanjang x lebar x tinggi, kalo ditanya kenapa sekarang aku ada di Bandung. It’s a long story… Tapi, episode kali ini bukan untuk membahas itu, ya. Karena kali ini, aku mau yapping tentang: MAMPIR KE PASAR CIHAPIT! Seperti biasa, aku jarang re-search terlebih dahulu tempat yang mau aku datengin. Sebab, anaknya SPONTAN — uhuuuy!!

Biasanya, aku akan mendatangi salah satu makanan yang aku mau atau yang bikin aku penasaran, tanpa pikir panjang biasanya aku langsung “gasss otw.” Syarat utamanya sih satu, deket kosan, murah di-ongkos dan ramai orang (aman). Kebetulan pas scroll tektok aku nemu salah satu makanan yang bikin aku penasaran, konon katanya warung nasi ini begitu legend sebab pernah didatangi oleh presiden Ir. Soekarno, Pak Jokowi dan para pesohor lainnya.   

Pertama kali melihat pasar ini, aku sangat excited, sih. Karena pasar ini memiliki hidden gem yang menarik untuk di-explore. Pasar ini unik tapi keren, dikarenakan beberapa bagian dari pasar ini telah bertransformasi menjadi tempat yang kekinian. Perpaduan nuansa jadul dan sentuhan modern-nya itu bikin balance dan bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.

Pada saat memasuki pasar Cihapit, pengunjung akan melewati jalan setapak (tapi nggak terlalu setapak) atau anggap aja pengunjung bisa berjalan menyusuri lorong utama pasar yang sisi-sisinya dipenuhi para pedagang. Mulai dari yang jual sayur, buah-buahan sampai cemilan jadul yang bikin nostalgia.

Setelah sampai di dalam pasar, aku disambut oleh pedagang ayam, daging segar, sayuran dan banyak lagi. Kemudian, aku terus berjalan menyusuri para pedagang, dan ternyata di bagian dalam pasar — terdapat banyak gerai penjual kekinian dari berbagai negara. Mulai dari makanan Jepang, Korea, Cina, Vietnam dan tentunya Indonesia.

Aku mengamati setiap gerai yang ada di sana. Hampir semuanya dipenuhi pengunjung yang sedang antre makanan. Aku nggak tahu, kenapa pasar Cihapit bisa seramai ini, apakah karena ini hari libur? atau mungkin karena pasar ini memang pasar favorit orang-orang? (Nah, aku nggak tahu kenapa, soalnya aku nggak sempet survei eheuheu).

LOKASI WARUNG NASI MA EHA

Warung nasi Legend yang akan aku kunjungi kali ini adalah Warung Nasi Ma Eha. Lokasinya di Ps. Cihapit, Jl. Cihapit No 8A, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114. 

Warung Nasi Ma Eha ini berada di dalam pasar Cihapit, tepatnya tersembunyi di ujung bagian dalam pasar tradisional. Warung nasi ini sangat legendaris sebab presiden Ir. Soekarno dan Pak Jokowi pernah makan di sini. Berdiri sejak tahun 1947, warung nasi ini tetap eksis dan jadi favorit banyak orang sampai sekarang.

MENU WARUNG NASI MA EHA            

Menu yang disajikan cukup beragam. Warung ini menyajikan menu rumahan yang memiliki cita rasa yang digandrungi banyak orang. Di warung nasi Ma Eha, kita akan menemukan berbagai lauk, mulai dari tahu, tempe, perkedel, gepuk, babat, bala-bala, daging ayam, aneka pepes, daging sapi, buntil, ikan nila dll. Salah satu hal yang menyenangkan bagiku yaitu; setiap pembeli akan mendapatkan teh tawar hangat, sambal dadak dan lalapan secara cuma-cuma alis gratis.

Meski di pasar Cihapit telah banyak kuliner kekinian yang bermunculan, namun warung nasi Ma Eha ini selalu ramai seolah tak tergerus zaman. Warung nasi ini memiliki tempat tersendiri di hati para pengunjung.

APA YANG AKU MAKAN DI WARUNG NASI MA EHA?

                 
                             

Antrean kali ini lumayan panjang, tapi aku tetap sabar karena sangat tergiur dengan perkedelnya. Aku bahkan mempersilakan beberapa orang untuk menyalip antreanku, karena perkedelnya masih digoreng. Selain perkedel, deretan lauk yang tersaji, sungguh menggoda iman. Rasanya pengen nyobain semuanya, tapi aku harus menahan diri biar nggak kalap.

Setelah penantian panjang, akhirnya pencarianku berlabuh pada beberapa lauk, yakni; nasi, pepes tahu, perkedel, telor balado dan bala-bala. Aku juga sempat meminta bumbu gepuk, sebab katanya gepuk ini adalah menu yang banyak diincar di sini. Daging gepuk ini dibalut dengan bumbu serundeng yang manis dan gurih, membuat aroma dan tampilannya semakin menggoda. Dan benar saja, bumbu gepuk yang aku cicipi rasanya manis dan memiliki cita rasa yang khas.

Tak perlu waktu lama, akhirnya lalapan, sambal dadak dan teh anget disajikan. Aku pun sudah tak sabar untuk menyantap dengan lahap semua lauk yang sudah ku pesan.

Pertama, aku langsung mencoba perkedel kentang yang menjadi incaranku. Benar saja, rasanya sangat memanjakan lidahku, gurih asin dan tekstur yang lembut — lidahku sampai bergoyang kegirangan. Perkedel ini ukurannya cukup jumbo jika dibandingkan dengan perkedel pada umumnya. Perkedel ini memiliki tekstur renyah di luar namun lembut di dalam.

Kemudian, aku aduk nasi hangat dengan bumbu gepuk. Dan surprisingly, rasanya khas dan manis. Bumbu gepuk ini terbuat dari kelapa yang dimasak dengan berbagai rempah dan bumbu ini memiliki warna kecoklatan.

Next, giliran pepes tahu yang aku santap dengan tenang. Funfactnya, aku jarang memesan pepes tahu, tapi entah kenapa kali ini rasanya pepes tahu tersebut bikin nyaman dan klik di lidahku. Pepes tahu ini dibalut dengan daun pisang, sehingga pepes ini memiliki aroma yang alami. Tekstur tahu yang lembut dan perpaduan rasa gurih pepes ini memberikan kenyamanan bagiku. Pepes ini menjadi salah satu comfort food bagiku.

Aku juga mencicipi telor balado dan juga bala-bala (bakwan). Rasanya enak dan tekstur yang padat membuatku semakin kenyang.

Tak lupa, aku ambil lalapan dengan sambal dadak, pokoknya rasanya pas kombo sederhana.

Kali ini, aku sangat menikmati sajian lauk yang dihidangkan. Ditambah lagi dari pagi aku belum sempat sarapan, jadi semuanya terasa lebih nikmat dan memuaskan. Oh ya, warung ini buka dari jam 06.00–15.00 WIB. Tapi, kalo mau menikmati lauk yang masih komplit, aku saranin buat datang sekitar jam 09.00–10.00 pagi, karena di jam segitu lauknya masih lengkap dan beberapa menu masih fresh dari kompor.

Buat kalian pembaca yang budiman, yang penasaran dengan cita rasa dari Warung Nasi Ma Eha, yuk boleh mampir ke sini ya!


Mungkin segini dulu yapping kali ini, guys!

Untuk yapping: MAMPIR KE PASAR CIHAPIT nanti akan dilanjut di PART 2 ya kalo aku ga mager. Hehe.. Thank you guys!!

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

 

Photo by  Zalfa Imani

Amatir - Apa yang bisa dilakukan oleh seorang amatiran sepertiku?

Tak banyak, ia hanya bisa memendam, bertahan kemudian mengaguminya dari kejauhan. Tak pernah punya keberanian untuk memulai, sebab baginya mengejar bukanlah cara terbaik untuk mematahkan perasaan yang telah ia rawat.

Mungkin sebagian orang akan marah, untuk apa merawat perasaan semu untuk seseorang yang memang tak semestinya kau damba? Bukankah itu hanya menambah lara dan juga nestapa.

Entahlah, tentu seseorang punya cara tersendiri untuk mencintai. Dan inilah caraku mencintainya, tak mengusik dan membebani perasaannya, memberi ruang tumbuh bagi cita-cita dan keluarganya, tak  memberi makan ego untuk selalu bersandar dan berharap padanya. 

Tentu, bukan hal yang mudah bagi amatiran ini dihadapkan pada ruang dan waktu yang tidak semestinya. Apalagi dipaksa untuk meluangkan rasa yang sama-sama belum siap untuk saling menjaga sampai tua. 

Bersabarlah, jika sudah saatnya tiba — kita sudah cukup dewasa dan bijaksana, amatiran ini tak akan lagi bersembunyi dibalik bayanganmu, suatu saat ia akan berjalan seiringan disampingmu. 

"Semoga selalu berdampingan dengan kata mampu bagi mereka yang sedang berusaha beranjak dari hal semu."—Adha Buyung


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar







Hai, Juni? Bagaimana kabarnya hati yang terluka, atas duka yang kau tinggal pergi dan tak sempat terobati. Hati yang terlukai sesekali memaksa mengurai senyum, menyiratkan pandangan mata yang sempat jatuh. 

Helaan panjang napas, sempat merindu kehangatan menanti senja bersama. 


Penyesalan tak pernah menjadi begitu baik-baik saja, tak lagi membuat aku kembali percaya. Nada kehidupan tanpanya hanya melukis kesepian, kesendirian telah menutupi sedih dalam gelap dan gerimis

Kini, aku rapuh dalam harap. Jatuh tersungkur menghindari dekap — menjauh supaya tak terjerembap semakin dekat. Kamu bukanlah pundak yang tepat untuk bersandar. Bahkan banyak ceritaku yang enggan kamu dengar. Waktu menunjukkan beberapa rasa telah memudar. Seharusnya aku sadar. Tak ada gunanya beberapa cerita kembali kita putar


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

  




"Tuhan udah menutup aib kita dengan baik. Eh dibuka pas deep talk."


Ngomong-ngomong soal deep talk, aku pernah baca komen di tiktok, isinya tentang penyesalan orang-orang yang pernah deep talk, komennya kurang lebih kayak gini :

👉 deep talk + malem = bongkar aib.

👉  gak, gak mau lagi gue deep talk, kayak dihipnotis, tau-tau oversharing.

👉 makanya jangan mau kalo diajak ngobrol diatas jam 23.59

👉 niat mau ngurangin beban, pas oversharing malah terbebani

👉 apalagi deep talk yang udah lewat tengah malem, rasanya gak sadar kalo udah oversharing, udah sadar langsung menyesal dan overthinking.

👉 emang gak bisa di-rem dan suka kebablasan kalo deep talk. 


Setelah dipikir-pikir, selama deep talk, bukan cuma mereka aja yang sering oversharing kemudian berujung overthinking, tapi aku juga cuy :') Kadang kalau lagi deep talk tengah malem, diri ini tiba-tiba hilang kendali, apa aja dibongkar pokoknya. Sampai aib sendiripun dibongkar, kalau udah kayak gitu serasa kena hipnotis (omongannya ngelantur plus gak bisa mikir). ðŸ˜’


Dulu aku sempet mikir, kalo deep talk itu menyenangkan dan relationship yang dibangun akan lebih bermakna & saling memahami. Kenyataannya, aku yang masih labil seringnya salah memilih partner deep talk, alih-alih deep talk, yang ada malah saling adu nasib, kadang bongkar aib, bukannya menambah kulitas sebuah relationship, eh malah ngebuat partner deep talk kita jadi hilang respect. 


Ngomong-ngomong soal tipe ideal partner deep talk, kalo menurutku ya, bukan cuma "oh aku nyaman ngomong sama dia, ni orang enak nih diajak fafifu wasweswos se-frekuensi lagi. Tapi lebih dari itu dan tak semudah itu." Honestly, saat ini aku belum bisa mendefinisikan secara jelas tipe ideal partner deep talk itu yang seperti apa, tapi mungkin secara sederhananya aku cuma bisa mengatakan partner deep talk yang baik yaitu dia yang mau nerima kita apa adanya dan mau sabar memahami kita.  



Semakin dewasa menurutku deep talk makin sulit untuk dilakukan. Apalagi seseorang yang punya Trust Issue sepertiku. Trust Issue membuat diriku gak bisa sepenuhnya percaya begitu saja pada orang lain. Lagipula setiap manusia itu pasti berubah. Seseorang yang dulu paling nyaman diajak deep talk belum tentu sekarang ia akan menerima dan respect dengan oversharingmu. Orang yang kamu pikir paling memahamimu, mungkin suatu saat ia bukan lagi orang yang seperti itu. 



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About Me

About Me

Hey there, I’m Mahya! 👋 I’m a passionate soul navigating life’s adventures one step at a time. A woman who is random, stubborn and sometimes impulsive.

Read More

Recent Post

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Facebook

Blog Archive

  • Juli 2026 (4)
  • Agustus 2022 (1)
  • November 2021 (1)
  • Oktober 2021 (1)
  • Februari 2021 (1)
  • September 2020 (7)
  • Agustus 2020 (1)
  • Juli 2020 (5)

Created with by ThemeXpose