Tumben hari ini udaranya dingin sekali. Aku yang beberapa minggu ini merasa kepanasan, kok, tiba-tiba sore ini malah menggigil dan bersembunyi dibalik selimut.
Akhirnya, ku coba membuka jendela dan melihat orang-orang di luaran sana. Keliatannya mereka sangat sibuk dan sepeti tak merasa kedinginan. Aku yang keheranan, mengambil sikap lilin, mencoba berkontempelasi kira-kira kenapa nih badanku menggigil? Menggigil dan hampir meriang. Kalo meriang tandanya sedang merindukan kasih sayang, ekekek.
Tapi, jujurly sekarang-sekarang ini cuacanya lagi dingin bangett. Si alergi dingin ini, membuat hidungku semakin mampet. Yang ini mampet, yang ini ngga. Ala-ala iklan taun 2000-an.
Ternyata eh ternyata, BMKG merilis peringatan dini potensi angin kencang. Fenomena ini terjadi akibat puncak angin monsun timuran (Australia) yang bersifat kering dan dingin, serta dampak tidak langsung dari Siklon Tropis BAVI.
Aku yang suka melempem kena cuaca dingin, perlu hati-hati dan jangan sembarangan makan dan jajan. Idealnya sih gitu. Tapi ya, kadang hasrat buat jajan seblak, gacoan, bakso, cireng chili oil, memang gak bisa ditahan.
Ibarat pepatah, penyesalan selalu datang belakangan, baru aja kemarin abis makan gacoan level 3, eh ini tenggorokan udah mau radang. Bukaaan, ini bukan salah gacoan, ini salah saya yang ngga bijak sama kesehatan diri sendiri bang.
Bukan apa-apa,sih. Sebisa mungkin diri ini berusaha agar ngga terkena flu dan batuk, karena kalo udah batuk diri gue teh suka REPOT. Rempong bener karena bisa lama sembuhnya. Makanya, suka strick sama makanan kalo udah ada tanda-tanda mau tumbang tuh.
Flasback ya ini mah. Siapa yang waktu kecilnya, tiap sakit, ibunya selalu marah-marah sambil bilang ES TEROOOS! Aku, aku, aku!
Nah, kalo udah gede pun, gak tau kenapa ibu gue suka masih marah-marah. Sambil ceramah dan khotbah "Jangan makan pedes, jangan jajan sembarangan! Perkuat imun...perkuat imun!" Perkuat imun dan iman, sodara-sodara!
Lanjut..
Karena kondisi badanku yang kurang fit, dan bingung mau makan apa, akhirnya setelah scroll tiktok, aku teh tertarik untuk masak sop ayam jahe, dan yup, this is my comfort food.
Kenapa pake jahe? Yup, karena tenggorokanku udah mulai radang dan badanku mulai menggigil kedinginan. Rasanya, sop ayam jahe ini bisa jadi solusi sekaligus booster imun buat badanku yang kurang fit.
Inilah resep sop ayam jahe versi seadanya ya.
Dah siap belum?
RESEP SOP AYAM JAHE (SEADANYA)
- 500 gr daging ayam
- 1 siung bawang putih
- 2 siung bawang merah
- Jahe secukupnya (sesuai selera)
- bawang daun, seledri
- penyedap rasa, garam
- bawang merah goreng (opsional)
CARA MEMBUAT
- Potong ayam sesuai selera, lalu cuci hingga bersih
- Kemudian buang busa dan air rebusan pertama agar kuah tetap bening
- Tambahkan air ke dalam panci sesuai kuah yang diinginkan
- Potong wortel dan buncis atau sayuran lainnya sesuai selera, cuma karena kali ini adanya cuma wortel dan buncis, jadi sayurnya cuma ini aja.
- Masukkan wortel, buncis, dan sayuran lainnya.
- Haluskan bawang merah, bawang putih, dan jahe, lalu masukkan ke dalam panci. (kenapa dihaluskan? karena saya lebih suka sop yang bumbunya diulek hehe),
my tipe is yang halus-halus - Masak hingga ayam dan sayuran matang serta empuk.
- Terakhir, masukkan irisan bawang daun dan seledri, lalu aduk sebentar.
- Sajikan sop ayam jahe selagi hangat dengan taburan bawang merah goreng.
- Voila! Yuhuuu!! Sop ayam jahe siap disantap!
Gimana, gampang banget bukan?













